logo_alfamart.png
eng_icon.png English ind_icon.png Bahasa
en.png id.png callcenter.png
Mengapa Minimarket Tumbuh Berdekatan?

Mengapa Minimarket Tumbuh Berdekatan?

Ini Penjelasan Alfamart

JAKARTA - Ingin ikut berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia mendorong industri ritel untuk terus berekspansi ke pelosok negeri. Ini pula yang dilakukan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pemilik jaringan ritel Alfamart Alfamidi. Tak heran jika kehadiran minimarket sering terlihat berdampingan dan dapat tumbuh bersama untuk memenuhi kebutuhan serta harapan konsumen melalui persaingan yang sehat.

Corporate Communication GM Alfamart, Nur Rachman mengatakan, berdasarkan data Nielsen rerata pertumbuhan minimarket di Indonesia per tahun sampai dengan September 2015 tercatat sekitar 12,7 persen. “Nilai ini lebih tinggi dibandingkan supermarket maupun hypermarket dengan pertumbuhan  3,6 persen,” katanya Jumat (20/11/2015).

Ini karena minimarket tumbuh tak membutuhkan space yang besar dengan investasi mulai dari Rp 400 juta, di luar biaya lokasi, masyarakat sudah bisa memiliki Toko Alfamart dalam bentuk waralaba (franchise).

“Kehadiran beberapa pilihan minimarket di tengah masyarakat tentu membuat pengelola memberikan harga jual produk yang kompetitif dan menguntungkan bagi konsumen,” ujarnya.

Dalam menentukan lokasi, perusahaan menerapkan konsep model pasar persaingan sempurna (PPS) dalam prinsip ekonomi. Model PPS ini didefinisikan sebagai bentuk pasar paling ideal, di mana salah satu ciri dalam satu pasar terdapat lebih dari satu pengusaha dengan barang atau jasa yang ditawarkan bersifat homogen.

Selain menerapkan prinsip PPS, lokasi yang berdekatan ini bagi pengusaha bisa menghemat biaya riset maupun studi kelayakan ketika akan membuka toko di lokasi baru.

“Apabila di suatu lokasi sudah berdiri minimarket Alfamart atau yang lainnya bisa dipastikan di lokasi tersebut memiliki potensi pasar yang bagus dan lolos uji kelayakan bisnis. Artinya, jika minimarket lain ingin menambah toko di lokasi tersebut maka mereka tidak perlu melakukan riset serupa,” katanya.

Dalam menentukan kelayakan suatu lokasi untuk minimarket tentu mempertimbangkan beberapa hal, antara lain kepadatan penduduk / jumlah kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut, kepadatan lalu lintas yang dilalui di sekitar minimarket, target segmen yang tepat dan lingkungan sosial yang mendukung.

Kedekatan ini secara tidak langsung juga memberi kemudahan masyarakat dalam memilih atau membandingkan harga, produk, kualitas serta jasa yang ditawarkan. Akhirnya, bisnis minimarket bisa bersaing secara fair dalam memuaskan konsumen dan memberikan harga yang wajar.

Menurut Nur Rachman, ada beberapa keuntungan dengan semakin banyaknya minimarket hadir di sebuah daerah. Masyarakat bisa terbantu dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. Tak hanya itu, tenaga kerja lokal juga akan banyak diserap. “Ini karena setiap toko menyerap 8-10 orang karyawan, itu di luar karyawan office. Per September 2015, jumlah karyawan Alfamart mencapai 103.683 orang,” terangnya.

Lebih dari itu, minimarket juga menyediakan kemudahan fasilitas pembayaran seperti tagihan listrik, air, telepon, TV kabel, pajak, kredit finansial, pembelian tiket KA, hingga pembayaran booking tiket pesawat.

Kehadiran minimarket di suatu daerah juga memberi keuntungan terhadap pelaku UMKM lokal, produsen dalam negeri hingga pemerintah setempat. Minimarket memberikan ruang bagi pedagang kecil untuk berjualan sebagai tenant  di teras tokonya dengan harga sewa yang terjangkau.

Bagi home industry perusahaan juga memberi kesempatan kepada pengusaha lokal untuk menjadi pemasok produk Home Brand Private Label (HBPL). Saat ini terdapat lebih dari 100 pemasok yang berasal dari pelaku UMKM. “Bagi UMKM di sekitar toko juga dilakukan pembinaan melalui Program Outlet Binaan Alfamart (OBA),” ujar Nur Rachman.

Keuntungan minimarket bagi produsen, jaringannya memiliki peran yang signifikan dalam menyalurkan produk dari produsen dalam negeri ke konsumen akhir (end user) di seluruh tanah air.

“Data Nielsen per September 2015, untuk penjualan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) diluar rokok, minimarket memiliki market shareyakni 27,4 persen, sedangkan supermarket/hypermarket 14,0 persen, dan pasar tradisional 58,6 persen. Ini menunjukkan, peluang memasarkan produk dalam jaringan ritel yang memiliki jangkauan luas akan merangsang pertumbuhan produksi suatu produk itu sendiri, hal ini akan memberi kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Kontribusi terrhadap pemerintah antara lain pada pos pendapatan negara melalui Pajak Penambahan Nilai (PPN) dari setiap transaksi di toko dan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui PBB, IMB, Pajak Reklame, Retribusi, dan lainnya.

“Sebagai perusahaan ritel nasional, kami berupaya agar kehadiran Alfamart dapat terus bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya masyarakat di sekitar toko kami,” tandas Nur Rachman.

Ribuan Tiket Mudik Gratis dari Alfamart
Rabu, 12/06/19 11:02 WIB
Sebagai perwujudan toko komunitas, Alfamart ingin memberi manfaat lebih kepada pelanggan setianya. Pada momen Idul Fitri 2019 ini, Alfamart membagikan total 2310 tiket mudik gratis dalam program Mudik Asyik 2019. Sebanyak 2160 peserta dalam 40 bus diberangkatkan serentak dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah pada Rabu (29/5/19). Bus-bus tersebut menuju 5 kota yakni Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, dan Surabaya. Sedangkan 150 tiket lainnya lewat jalur udara atau pesawat ke Medan, Palembang, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Makassar. Ryan Alfons Kaloh, Marketing Direktur Alfamart mengungkapkan program mudik gratis ini merupakan kegiatan tahunan yang diberikan Alfamart kepada konsumen dengan beberapa ketentuan. “Mudik Asyik 2019 merupakan salah satu aktivasi Alfamart untuk mendekatkan perusahaan dengan konsumen yang selama ini loyal terhadap Alfamart,” ucapnya.…
Perbaikan Layanan & Memberikan Kenyamanan Belanja  Menjadi Fokus Alfamart 2018
Kamis, 16/05/19 09:35 WIB
TANGERANG - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Perseroan) kembali melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Kantor Pusat Alfamart Tangerang, Kamis (16/05/2019). Agenda utama RUPS Tahunan kali ini meliputi persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2018, penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2018, penunjukan dan penetapan honorarium akuntan publik yang akan mengaudit pembukuan Perseroan untuk tahun buku 2019 serta persyaratan lain sehubungan dengan penunjukan akuntan publik tersebut, penentuan honorarium dan tunjangan lainnya dari anggota Dewan Komisaris Perseroan serta persetujuan atas penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan.
Hari Bumi, Alfamart Bekali ‘Pasukan Oranye’ Ilmu Daur Ulang Sampah
Kamis, 25/04/19 15:03 WIB
Jakarta - Banyak cara untuk memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April lalu, salah satunya adalah dengan memanfaatkan sampah menjadi barang ekonomis atau mendaur ulang.   Seperti yang dilakukan oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk pengelola ritel modern Alfamart di Kantor Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat Selasa (23/04). Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari Petugas Prasarana dan Sarana atau yang kita kenal sebagai Pasukan Oranye.   Menurut Yudi Sobari, Branch Manager Alfamart cabang Cikokol, Pelatihan Daur Ulang Sampah hari ini berangkat dari realitas bahwa banyak masyarakat yang tahu betapa pentingnya menjaga bumi namun sedikit yang melakukan aksi nyata.   “Para ‘pasukan oranye’ adalah salah satu contoh dari sebagian masyarakat yang memberi kontribusi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan, oleh karenanya kami…
Hoaks: Donasi Konsumen Untuk Kepentingan Politik
Rabu, 10/04/19 15:20 WIB
Beredarnya foto struk belanja Alfamart di sosial media dan WhatsApp yang mengaitkan program donasiku sembako gratis untuk mendukung paslon capres/cawapres tertentu, dipastikan adalah hoaks. “Berita yang tersebar di sosial media tersebut saya jamin tidak benar,” ujar Solihin Corporate Affairs Director Alfamart.
Demi Kelestarian Lingkungan, Alfamart Ajak Konsumen Kurangi Plastik
Selasa, 19/03/19 12:23 WIB
Sebagai salah satu jaringan toko ritel modern terbesar di Indonesia, Alfamart dan Alfamidi mengajak pelanggan dan masyarakat luas untuk aktif mengurangi konsumsi kantong plastik sekali pakai. Usaha itu dimulai sejak 1 Maret 2019 lalu dengan menerapkan kantong plastik tidak gratis (KPTG).   “Program ini menekankan pentingnya mengedukasi konsumen tentang tanggungjawab terhadap pelestarian lingkungan jangka panjang. Yakni bagaimana perilaku konsumen bisa berubah,"  tegas Nur Rachman, Corporate Communication GM PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.   Jadi, lanjutnya, program ini bukan menekankan pada harga Rp 200 per lembar kantong plastik.Nur Rachman menambahkan, perusahaan sadar dampak buruk akibat sampah plastik jangka panjangnya sangat merugikan.   Menurutnya, ini karena plastik adalah bahan yang sukar terurai hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Salah satu contoh, pantai dan…