logo_alfamart.png
eng_icon.png English ind_icon.png Bahasa
en.png id.png callcenter.png
Tanggapan Kuasa Hukum Alfamart, Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra S.H., M.Sc. terkait Keluhan Mustholi

Tanggapan Kuasa Hukum Alfamart, Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra S.H., M.Sc. terkait Keluhan Mustholih :

Gugatan Pembatalan Putusan KIP ke Pengadilan Adalah Konsekuensi Logis dari Gugatan Mustolih ke KIP


Gugatan Pembatalan Atas Putusan Komisi Informasi Publik (KIP) yang mengabulkan gugatan Mustolih yang menyatakan posisi Alfamart sebagai "Badan Publik" adalah *tindakan hukum yang sah* berdasarkan Pasal 47 UU No 14/2008 jo Pasal 3 Perma No 2/2011. Pihak yang tidak puas atas putusan KIP dibenarkan oleh UU untuk mengajukan gugatan pembatalan ke Pengadilan Negeri. Sama halnya dengan pihak yang tidak puas atas putusan pengadilan, dia dijamin oleh UU untuk mengajukan banding, kasasi dan PK.

Mustolih tidak perlu heran dan kaget kalau keputusan KIP digugat ke pengadilan dan menjadikan KIP sebagai Tergugat I dan dirinya sebagai Tergugat II.
Gugatan itu adalah konsekuensi atas tindakan Mustolih menggugat Alfamart ke KIP. Kalau Mustolih tidak menggugat Alfamart ke KIP, dan tidak ada putusan KIP yang mengabulkan gugatannya, maka tidak akan ada gugatan Alfamart terhadap dirinya. Mustolih harus sadar bahwa tiap tindakan pasti ada risiko dan konsekuensinya. Kalau tidak mau menghadapi risiko, lebih baik duduk manis, jangan gugat sana gugat sini.

Alfamart menolak putusan KIP bukan tanpa alasan hukum. KIP mengabulkan gugatan Mustolih yang menganggap Alfamart tidak transparan mengelola sumbangan. Alfamart menurut Mustolih, dan dibenarkan KIP, harus membuka ke publik kepada siapa saja sumbangan itu diberikan. Putusan seperti itu bertentangan dengan UU yang mengatakan bahwa keharusan seperti itu hanya berlaku bagi Badan Publik sebagaimana diatur oleh UU.

KIP dalam putusannya menyatakan bahwa PT Sumber Alfaria Trijaya Terbuka sebagai pemilik Alfamart adalah badan publik. Putusan ini ditolak Alfamart.

Alfamart adalah Perusahaan Publik (Tbk), tetapi Perusahaan Publik bukanlah Badan Publik sebagaimana disebutkan oleh Pasal 1 UU No 14/2008. Badan Publik menurut UU ini adalah badan eksekutif, legislatif, yudikatif dan badan-badan negara lainnya yang pembiayaannya sebagian atau seluruhnya bersumber dari APBN/APBD termasuk BUMN dan BUMD, parpol dan ormas tertentu.

Putusan KIP jelas keliru. Alfamart  tidak termasuk kategori badan publik. Apalagi kegiatan utama Alfamart adalah bisnis retail, bukan lembaga yang mengelola dan menyalurkan dana sosial masyarakat. Kegiatan pengelolaan sumbangan tersebut adalah kegiatan sampingan dan dari setiap dana yang dikelola disalurkan kepada yayasan yayasan dan lembaga-lembaga yang membutuhkan untuk dibuatkan program yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa pemotongan sedikitpun. Tidak benar pula putusan KIP yang mengatakan Alfamart menikmati 10% sumbangan untuk dirinya. Karena itu Alfamart menolak keputusan KIP. Tidak ada cara lain untuk membatalkan putusan itu selain menggugatnya ke pengadilan negeri.

Karena Alfamart berkeyakinan dirinya bukan badan publik dan bukan pula organisasi atau lembaga yang secara langsung menerima dan mengelola serta menyalurkan sumbangan, maka tidak ada kewajiban bagi dirinya untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumbangan kepada publik.

Sumbangan yang dihimpun dari konsumen dicatat dan dipertanggungjawabkan secara berkala ke Kementerian Sosial RI sebagaimana diatur dalam Pasal 14 PP No 29 Th 1980. Sesuai ketentuan ini,  jika warga masyarakat ingin tahu kemana saja sumbangan disalurkan dapat memintanya ke Kemensos. Bukan memintanya ke Alfamart, karena ia bukan Badan Publik.

Kepada Mustolih, saya mengharapkan agar tidak mendramatisir gugatan ini dengan kalimat-kalimat bombastis. Kami ajukan gugatan secara sah dan wajar ke pengadilan dan tidak pernah  "menyeret" anda kesana. Anda tidak perlu terkesan panik sehingga mengatakan "saya santri, saya tidak gentar, tapi ini preseden buruk bagi konsumen Indonesia, minta transparansi malah diseret ke pengadilan".

Tidak ada preseden buruk karena menggugat keputusan KIP atas sengketa yang anda ajukan dan putusannya dianggap tidak sesuai hukum, sebab hal itu adalah langkah yang jelas dijamin undang-undang. Sebagai Tergugat II anda hanya diminta untuk menaati putusan pengadilan nanti, jika gugatan dikabulkan. Sebagai santri yang tak gentar, silahkan anda jawab gugatan Alfamart di Pengadilan secara argumentatif dan kesatria, sebagaimana Alfamart menjawab gugatan yang anda ajukan di KIP lalu. Ini fair dan adil.

Soal gugat menggugat ke pengadilan adalah perkara perdata yang dijamin undang-undang. Kalau memang sebagai santri anda tidak gentar menghadapi gugatan ini, mengapa anda teriak ke publik mau minta perlindungan hukum ke Presiden, DPR, Mendag, Mensos dan lembaga-lembaga lain?.

Apakah Alfamart melakukan sesuatu yang melanggar hukum ketika menjadikan anda sebagai Tergugat II dalam gugatan pembatalan Keputusan KIP di Pengadilan Tangerang sehingga anda butuh perlindungan hukum dari beliau beliau itu?


Donasi Konsumen Alfamart Disalurkan  Melalui LAZIS Muhammadiyah
August 14, 2018
Pengelola jaringan ritel Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU), meluncurkan program DonasiKu Sedekah LAZISMU yang ditandai dengan penandatangan perjanjian kerja sama kedua pihak di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (4/7/ 2018).
Alfamart – Kebijakan Privasi (Shalma)
January 8, 2018
Tentang Kami Akun resmi ini dikelola oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya,Tbk. Shalma adalah layanan aplikasi digital yang akan membantu dan menginspirasi kehidupan perempuan Indonesia. Shalma merupakan analogi atau penggambaran karakter seorang wanita yang akan membagikan informasi tentang beragam promo dan point member Alfamart Mengenai Informasi Pribadi Informasi pribadi yang kamu berikan ke Shalma akan ditangani sesuai dengan Kebijakan Privasi Pengelola Akun berdasarkan tanggung jawab Pengelola Akun. Dengan berteman dengan Shalma, kamu sudah setuju dengan penanganan informasi pribadi yang diberikan dengan sukarela di akun Shalma,   Kebijakan privasi pengguna mengacu pada peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.   Kamu dapat membatalkan penggunaan Shalma melalui fitur Blokir.
Alfamart – Kebijakan Privasi (Alfastamp)
January 8, 2018
Alfamart – Kebijakan Privasi (Alfastamp) Tentang Kami Aplikasi Alfastamp ini dikelola oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya,Tbk. Aplikasi Alfastamp adalah aplikasi yang digunakan konsumen Alfamart untuk mengumpulkan stamp secara digital.   Mengenai Informasi Pribadi Informasi pribadi yang kamu berikan ke Shalma akan ditangani sesuai dengan Kebijakan Privasi Pengelola Akun berdasarkan tanggung jawab Pengelola Akun. Dengan berteman dengan Shalma, kamu sudah setuju dengan penanganan informasi pribadi yang diberikan dengan sukarela di akun Shalma,   Kebijakan privasi pengguna mengacu pada peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.
Klarifikasi Alfamart untuk Easy Shopping
January 4, 2018
Terkait pernyataan yang dimuat dalam website resmi www.alfamartku.com dengan judul Waspada Penawaran Voucher Easy Shopping Belanja Gratis Mengatasnamakan Alfamart (http://alfamartku.com/blog/2017/06/waspada-penawaran-voucher-easy-shopping-belanja-gratis-mengatasnamakan-alfamart), PT Karisma Bahana Gemilang selaku pemegang merek Easy Shopping telah memberikan klarifikasi pada 28 Desember 2017.  Berdasarkan klarifikasi dari Easy Shopping, Manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) juga ingin menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:  1.        Alfamart telah melakukan penghapusan pada link dan berita tersebut baik di website resmi maupun facebook fanpage Alfamart.  2.        Dengan demikian Voucher Resmi Alfamart dalam bentuk fisik yang sudah dibeli oleh Easy Shopping dengan denom 100.000 & 50.000 dan sudah diberikan kepada beberapa pelanggan Easy Shopping sehubungan dengan Program Promosi Easy Shopping adalah voucher resmi atau bukan voucher palsu dan…
Alfamart Raih Penghargaan  Best of The Best Awards dari Forbes Indonesia
October 25, 2017
JAKARTA – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pemilik jaringan ritel Alfamart, Alfamidi, dan speciality store DAN+DAN yang didirikan oleh Djoko Susanto menerima penghargaan The 7th Annual Best of The Best Awards dari majalah Forbes Indonesia di Jakarta, Kamis (19/10/2017).
No related posts available!